Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Kebahagiaan Sejati

Bila kita bertanya kepada beberapa orang tentang apakah kebahagiaan itu, niscaya jawabannya akan beraneka ragam. Ada yang mengatakan kebahagiaan berarti memiliki uang yang banyak. Ada juga yang mengukur kebahagiaan dengan menjadi orang terkenal dan populer. Yang lain mengatakan kebahagiaan berarti memiliki semua yang diinginkan, jabatan, uang, popularitas.

 

Nyatanya, beberapa orang telah berhasil memiliki uang yang banyak namun berakhir dengan penderitaan. Seperti kisah salah satu putri Onassis, hartawan juragan kapal, yang akhirnya memilih untuk hidup di apartemen kecil di Rusia bersama suaminya. Atas nama cinta dan kebahagiaan. Banyak orang meninggalkan pekerjaan yang mapan, penghasilan yang cukup untuk mengejar kebahagiaan.

 

Sekarang tengah marak-maraknya kegandrungan masyarakat terhadap artis-artis korea. Lagu, film dan drama korea banyak ditayangkan di televisi. Para remaja berbondong-bondong meniru dandanan para artis k-pop ini. Artis-artis korea banyak dikagumi di negara lain. namun pertanyaannya adalah apakah artis-artis korea itu bahagia dengan kepopulerannya? Nyatanya sederet nama artis korea mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Artis seperti : Jung Da Bin, Lee Eun Joo, Woo Seung Yoon, Jang Ja Yeon, Park Yong Ha, Song Ji Seon, Chae Dong Ha mengakhiri hidup dengan menggantung diri. Alasan utama mereka melakukan hal itu karena depresi, tertekan dengan kebisingan dan hidup glamour yang mengelilingi mereka. Na’udzubillahi min dzalik.

 

Ada juga orang yang memilih melarikan diri kepada drug, minuman keras, dan zat terlarang lainnya. Mereka mengatakan itulah kebahagiaan, namun lihatlah akhir dari kehidupan mereka…tewas karena overdosis…atau mendekam di sel tahanan atau berobat ke rumah sakit. Itu kah kebahagiaan? Tentu bukan, tentu itu adalah penderitaan.

 

Kenapa popularitas, kekayaan, jabatan tidak mendatangkan kebahagiaan?

Karena nafsu dunia yang mendorong manusia mengejar popularitas, kekayaan, jabatan dan lain-lain. Nafsu mewujud dalam bentuk keinginan. Kalau satu keinginan dipenuhi, akan muncul keinginan yang lain. Semakin dituruti keinginan, semakin menggelora nafsu dalam diri untuk memunculkan keinginan yang lain. Kalaulah seorang manusia diberikan segunung emas, niscaya ia akan menginginkan gunung emas yang lain. Demikian seterusnya sampai ia masuk ke liang lahat.

 

Lalu apakah kebahagiaan sejati itu?

 

Dalam sebuah penelitian tentang business management di Harvard University, digelarlah percobaan terhadap 10 orang anak. Masing-masing mereka diberikan sebuah permen, dengan satu pesan, bila diantara mereka ada yang bisa menahan diri tidak memakan permen itu selama setengah jam, maka mereka yang tahan itu akan ditambah dua butir permen sebagai imbalan. dari percobaan itu ternyata 3 anak berhasil menahan diri dari makan permen, 7 anak memakan permen sebelum seperempat jam berlalu. Tiga puluh tahun kemudian, tiga anak yang tahan untuk tidak memakan permen ternyata berhasil dalam kehidupannya, menjadi orang yang sukses meraih cita-citanya.

 

Membatasi Keinginan

Resep dari kebahagiaan sejati adalah mengendalikan dan menahan keinginan. Barangsiapa yang bisa menahan dari barang memabukkan (khamr) di dunia, maka baginya sungai khamr yang tidak memabukkan di surga. Bila orang bisa menahan diri dari zina terhadap wanita di dunia, maka baginya bidadari yang cantik di surga.

 

Dari Abu Hurairah ra berkata, telah bersabda Rosulullah saw, “Barangsiapa yang dipelihara oleh Allah dari keburukan apa yang ada diantara dua jenggotnya (maksudnya lidah) dan juga dari keburukan apa yang ada diantara dua kakinya (maksudnya farji atau kemaluan), maka ia akan masuk surga”. [Telah mengeluarkan hadits ini at-Turmudziy: 2409, Ahmad: V/ 362 dan al-Hakim: 8124. Berkata asy-Syaikh al-Albaniy: shahih, lihat Shahiih Sunan at-Turmudziy: 1964, Shahiih al-Jaami’ ash-Shaghiir: 6593 dan Silsilah al-Ahaadiits ash-Shahiihah: 510].

 

Di jaman yang modern ini, banyak orang yang memiliki dosa simpanan, dosa yang disembunyikan dari manusia. Zina marak terjadi, bukan hanya orang yang tidak paham agama, orang yang tahu agama, orang yang tampilannya nampak santun pun ikut berzina. Tahu agama belum cukup sebelum agama masuk ke relung hati mereka, faham dan kemudian mengamalkan dalam kehidupan. Mereka lupa bahwa Allah melihat semua yang mereka lakukan. Mereka lupa bahwa kembali kepada istrinya yang sah adalah lebih baik ketimbang berzina. Mereka lupa bahwasanya manakala seorang lelaki bila dirayu wanita untuk berzina dan dia bisa menolaknya, maka Insya Allah baginya surga. Demikian juga sebaliknya, seorang wanita yang dirayu pria untuk berzina namun menolaknya, maka Insya Allah baginya surga. Seperti kisah nabi Yusuf yang bisa menolak rayuan Siti Zulaikha. Kita berlindung kepada Allah dari dosa-dosa besar ini. Amien   

 

Cukup dengan apa yang ada (Qona’ah)

Seringkali orang lupa, terlalu sibuk mengejar dunia dan kekayaan yang fana….hingga tubuh merasa penat, hati menjadi kosong dan hidup terasa hampa. Ia melupakan nikmat yang ada pada dirinya, kesehatan yang ada, nikmat umur, nikmat berkumpul bersama keluarga. Cobalah kita lihat orang yang secara materi kaya raya, namun bila telah terkena sakit jantung, stroke atau penyakit lain, apakah hartanya bisa menyelamatkannya? Betapa di sini kita baru ingat bahwa kesehatan kita selama ini adalah kekayaan yang tak ternilai harganya. Maka mencukupkan diri dengan apa yang ada adalah lebih baik bagi kehidupan kita. Mensyukuri apa yang telah diberikan Allah kepada kita, sambil terus bekerja sesuai dengan kemampuan kita.

 

Selalu ingat kepada Allah

 

” Alladzina amanu wa tatmaninnu qulubuhum bidzikrillah ‘ala bi dzikrillahi tatmainnul qulub” surat Ar Ra’d  ayat 28

 

 Hanya dengan mengingat Allah, hati akan menjadi tenang. Saat terdengar adzan, tinggalkanlah semua urusan dunia, pekerjaan, televisi, game. Allah maha besar, yang selain Allah pasti kecil. tegakkanlah sholat untuk mengingat-Nya. pasti hati akan menjadi tenang. Sesungguhnya kalau kita hayati secara seksama, misi hidup manusia, pekerjaan utama manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah menyembah Allah. Sedangkan hal lain seperti pekerjaan, keluarga dan lain-lain adalah sarana untuk mencukupi kebutuhan kita di dunia. Dan manakala kita meniatkan bekerja, membina keluarga dan semua hal di dunia hanya semata untuk mencari keridloan Allah, niscaya semua itu akan menjadi amalan yang bernilai ibadah. Sholat tepat waktu dan berjama’ah akan mendatangkan rasa bahagia yang mendalam, ruh kita akan merasa kaya, kaya yang sesungguhnya. Hidup akan terasa berisi dan menyenangkan. Demikian juga dengan amalan lain seperti shodaqoh, zakat, berbuat kebaikan kepada sesama manusia untuk mencari keridlo’an Allah, akan membawa kita kepada kebahagiaan. Inilah kebahagiaan yang sesungguhnya. Sehingga kita bisa merasakan kebahagiaan di dunia sebelum kebahagiaan di akhirat nanti.

 

Bagi orang-orang yang beriman dan beramal sholih dan sholihat, telah menunggu di akhirat nanti surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, kekal di dalamnya, selama-lamanya.  Semoga kita dimampukan oleh Allah untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan di akhirat. Amien. Wallahu a’lam bish shawabi   

 

 

 

      

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Seminggu Lebaran telah mendatangi kita…….Opor ayam dan ketupat telah tak bersisa….

Namun manisnya bulan Ramadhan dan ‘Aidil Fitri masih terasa dalam sanubari……

Seuntai puisi kusenandungkan ……..

Kalaulah pedang lukai tubuh….masih kan ada harapan tuk sembuh…..

Namun kalaulah kata lukai hati ……hendak kemana obat nak dicari……

From the bottom of my heart….I’d like to say…..

Minal ‘Aidzin wal Faizin

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1433 H

Along with my supplication (do’a)

Semoga Allah memberikan  kesuksesan kebahagiaan kesehatan rizqan wasi’an dan umur panjang bagi kita penulis dan pembaca blog Muara Hikmah ini. Amien

 

Indahnya Islam

masjid

Islam diturunkan oleh Allah sebagai tuntunan hidup bagi manusia agar tidak gamang, bingung, dan tersesat dalam mengarungi kehidupan. Hidup penuh dengan lika liku, , gejolak, dan tantangan. Allah sangat sayang kepada manusia sehingga melalui para Nabi diturunkanlah panduan kehidupan sehingga manusia dapat hidup sesuai dengan kaidah-kaidah Allah, tidak berlebihan, tidak melenceng dari tujuan kehidupan. Lalu apakah tujuan kehidupan manusia di dunia? Tidak lain adalah untuk menyembah Allah SWT , sebab dengan jalan ini manusia akan merasa tenang, bebas dari kesedihan dan ketakutan karena apa yang mereka hadapi di dunia.

Allah mencurahkan hujan dari langit juga sebagai bentuk kasih sayangnya kepada manusia. Dari air hujan yang membasahi bumi itu, Allah tumbuhkan rumput-rumputan yang bisa dimakan oleh ternak, tumbuh pula padi yang dimakan oleh manusia, tumbuh pula gandum, buah-buahan dan sayur-sayuran. Semua itu merupakan nikmat yang dianugerahkan kepada manusia. Allah ilhamkan ilmu kepada manusia supaya ia bisa mengolah tanah menjadi ladang dan sawah yang dengan itu ia dapat menghidupi diri dan keluarganya. Ia juga ilhamkan ilmu kepada manusia sehingga ia bisa mengarungi lautan dan mendulang isi laut seperti ikan yang bisa dimakan, timun laut yang bisa dijadikan obat, rumput laut yang menyehatkan, kerang, mutiara untuk perhiasan dan lain sebagainya.

Namun tabiat manusia tidak pernah merasa cukup dengan apa yang disediakan oleh Allah baginya. Manusia dengan nafsu dan ketamakannya selalu saja berusaha meminta lebih dan lebih lagi. Mereka mengeruk isi laut dengan tanpa memperhatikan keseimbangan alam, merusak terumbu karang dengan pukat harimaunya, seakan menunjukkan bahwa ikan yang disediakan oleh Allah masih kurang baginya. Tiada kesyukuran di hati manusia sehingga ia mengeruk dan mengeruk isi laut dengan berbagai alat. Rusaklah ekosistem laut dan makin punah pula kehidupan di laut. Manusia juga mengeruk isi bumi untuk mengambil minyak, batubara, emas, mangan, dan tembaga. Dengan tanpa menghiraukan keseimbangan alam sekitar ia menggali dan terus menggali seakan tak akan hilang dahaga akan barang tambang. Padahal dengan dikeruknya bumi dengan semena-mena akan rusak muatan humus sehingga meranggas pepohonan dan rerumputan, sirna pulalah binatang-binatang ternak yang memakan tumbuhan.

Manusia juga menebang pohon di hutan-hutan, menyebabkan rusaknya hutan sehingga binatang -binatang hutan kehilangan sumber pangannya, tak heran sering kita jumpai harimau yang masuk desa dan kampung karena mencari makan, ular masuk rumah karena lapar. Penebangan pohon secara liar ini menyebabkan banjir yang besar melanda desa dan kota karena di kala hujan turun dengan deras maka tidak ada lagi akar pepohonan dan hutan yang bisa menyerap air tersebut dan menahannya. Malapetaka banjir pun terjadi di mana-mana.

Manusia yang hidup di perkotaan pun juga banyak menghamburkan polusi udara melalui mobil dan motor yang ditumpanginya. Gas emisi dan gas kimia lain menyebabkan efek rumah kaca yang menyebabkan semakin panasnya bumi yang kita naungi. Suhu panas ini terjadi di mana-mana. Menipis pula lapisan ozon yang ada di atmosfer bumi sehingga kulit langsung tersengat sinar matahari yang menyengat. Semakin meleleh pula es yang ada di kutub utara dan kutub selatan menyebabkan kenaikan ketinggian air laut dan mengancam penduduk di pinggir pantai.

Kehidupan manusia di kota yang penuh dengan kemewahan dan kebebasan juga menjadikan keseimbangan terganggu. Kebebasan yang melampaui batas dalam hal makan, minum dan hubungan lawan jenis menyebabkan bermunculannya jenis penyakit baru yang sulit diobati mulai dari HIV , flu burung sampai flu babi. Alam pun seakan tak rela ditempati oleh orang-orang yang memperturutkan hawa dan nafsunya sehingga terjadilah gempa yang dahsyat di mana-mana, banjir yang besar dan gunung meletus. Lalu ke mana kita akan lari?

Tidak ada tempat berlari kecuali kembali kepada ajaran Allah SWT. Kembalilah kepada ajaran -Nya, karena kasih sayang Allah sangatlah luas bagi kita manusia. Meskipun telah banyak kita berbuat dosa, namun Allah selalu membuka pintu taubat bagi kita manusia. Bagi yang sedang gundah gulana segeralah berwudlu dan sholat menghadap Allah dengan khusyu’, niscaya akan dihilangkan rasa sedih dalam diri. Dengan membaca Al Qur’an, berdzikir kepada-Nya maka hati akan menjadi tenang. Hanya dengan dzikir hati akan menjadi tenang. Di kala hati merasa senang ingatlah selalu bahwa kesenangan yang kita miliki merupakan pemberian dari Allah, bersyukurlah, maka Allah akan menambah nikmat bagi kita. Jangan pernah berputus asa dari rahmat Allah, Ia selalu bersama kita, La Tahzan innallaha ma’ana, janganlah bersedih sesungguhnya Allah bersama kita. Cinta Allah kepada kita bahkan lebih besar daripada cinta seorang ibu kepada anaknya.

Saat duka dan nestapa menghinggapi jiwa karena penyakit yang mendera, ingatlah Allah, berdo’alah agar Ia menyembuhkan kita karena di sisi Nya semua penyakit dapatlah disembuhkan. Bagi yang belum memperoleh pekerjaan atau yang baru saja kehilangan pekerjaan, tegarlah karena Allah maha besar rizqinya. Sepanjang masih dikaruniai nafas, masih akan ada risqi bagi manusia, berjiwa besarlah, milikilah mental pemenang, berusahalah maka akan dilapangkan rizqi bagi kita semua. Janganlah pernah lupa tujuan kita sesungguhnya yaitu kampung akhirat. Inna addunya laghwun wa la’ibun, sesungguhnya dunia hanyalah sendau gurau dan permainan belaka. Wal akhiratu khairuw wa abqa, dan kampung akhirat itu lebih baik dan kekal. Kita hanya mampir di dunia ini, untuk beramal dan membuktikan kecintaan kita kepada Allah dan Rasulnya, berusaha mencari ma’isyah dan penghidupan bagi keluarga hingga kita harus berpisah dari dunia dan menapakkan kaki kita di kampung akhirat yang kekal. Yaa ayyatuhannafsul muthma’innah irji’i illa Rabbiki radhiyatam mardhiyyah fadkulli fi ‘ibadi wad khuli jannati. Wahai jiwa yang tenang dakembalilah kepada Tuhanmu dengan ridho dan diridhoi, beribadahlah kepada-Nya dan masuklah ke dalam surganya.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.